Bisnis Ternak Burung Puyuh

BISNIS BURUNG PUYUH — Burung puyuh merupakan unggas yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Produk utama dari ternak burung puyuh ini adalah telur yang memiliki harga yang bagus di pasaran. Keuntungan lain dari bisnis tenak burung puyuh adalah puyuh afkir yang sudah tidak bertelur yang diambil dagingnya. Puyuh jantan muda juga memiliki nilai jual karena diambil dagingnya sedangkan puyuh betina dipelihara lebih lanjut untuk diambil telurnya.

Jika anda memiliki lahan terbatas namun ingin berbisnis dalam bidang peternakan dan unggas ternak burung puyuh menjadi salah satu alternatifnya. Karena ternak burung puyuh tidak membutuhkan lahan yang luas. Sebagai gambaran luas lahan yang diperlukan untuk ternak puyuh ini adalah untuk 1 meter persegi kandang mampu menampung 40 ekor puyuh dewasa.

Bisnis ternak burung puyuh bisa memilih untuk puyuh petelur , pembibitan dan ternak puyuh untuk diambil dagingnya. Namun pada tulisan ini akan dibahas bisnis ternak burung puyuh untuk diambil telurnya atau ternak puyuh petelur.

 

Langkah-langkah bisnis ternak Burung Puyuh

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam bisnis ternak burung puyuh :
1. Lingkungan dan Lokasi Kandang
Pemilihan lokasi kandang adalah pertimbangan penting dalam bisnis ternak puyuh. Lokasi kandang harus dijauhkan dari sumber kebisingan, karena puyuh rawan kaget dan stress sehingga produktivitasnya rendah. Kandang puyuh sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik dan sinar matahari yang cukup.

2. Ukuran Kandang
Kandang puyuh petelur biasanya memiliki ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm, Ukuran kandang tersebut akan dapat menampung burung siap produksi hingga 30-35 ekor. Ukuran kandang yang terlalu besar akan membuat burung semakin banyak bergerak, sehingga energi yang dihasilkan dari pakan terbuang percuma. Untuk memaksimalkan penggunaan tempat, kandang puyuh sebaiknya dibuat secara bertingkat, Jumlah tingkat yang ideal ialah empat tingkat. Kandang terbuat dari strimin yang memungkinkan sinar matahari bisa masuk dengan baik.

3. Pemilihan Bibit Burung Puyuh
Pilihlah bibit dalam masa produktif yang umurnya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, yaitu sekitar umur 3 minggu, Karena umur juga sangat mempengaruhi hasil produksinya nanti, Hindari bibit yang sudah tua, bibit yang sudah tua tentu produksi telurnya sudah berkurang. Burung puyuh akan mulai bertelur pasa usia 45 hari dari menetas, membeli bibit burung puyuh bisa dilakukan sebelum masa bertelur, agar puyuh bisa beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa mengganggu produktivitas.
Yang penting lagi jangan keliru membeli puyuh untuk petelur dengan jenis kelamin betina. Puyuh jantan biasanya pada bagian dada cenderung berwarna merah dan jika sudah dewasa akan berkokok seperti ayam. Puyuh petelur tidak memerlukan pejantan, karena hanya diambil telur untuk dikonsumsi. Menambahkan pejantan hanya akan menambah pengeluaran untuk pakan.

4. Merawat dan Memberi Makan Burung Puyuh
Pemberian pakan yang baik adalah salah satu kunci utama sukses atau tidaknya peternak puyuh, Karena dengan memberi pakan yang berkualitas tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pakan yang umum diberikan untuk puyuh petelur adalah pellet, atau tepung remah-remah, Pakan diberikan 2 kali sehari, setiap pagi dan sore. Yang penting lagi untuk minum jangan sampai kehabisan, sediakan dengan porsi banyak. Untuk wadah pakan sebaiknya diberikan strimin atau pengaman karena karakter puyuh suka mengacak-acak makanan.

5. Menjaga Kebersihan Kandang Burung Puyuh
Kebersihan kandang puyuh harus terus dijaga untuk mecegah penyebaran virus dan bakteri jahat, Yaitu dengan cara membersihkan kotoran pada penampungan setiap tiga hari sekali.Tempat penampungan yang kotor diganti dengan tempat penampungan baru, Dan yang bekas dicuci kemudian dikeringkan, untuk dipasang lagi nantinya.

6. Menjaga Suhu ruangan dan gangguan kebisingan
Suhu ruangan kandang harus selalu terjaga agar mendapatkan hasil produksi yang stabil, Temperature suhu ruangan kandang harus berkisar 20°-25°C, Dengan tingkat kelembaban sekitar 30-80%. Selain itu lingkungan kandang harus terjaga dari kebisingan dan suara-suara yang mengejutkan seperti mercon, suara kendaraan bermotor yang tiba-tiba lewat. lalu lalang manusia dan lain sebagainya.

Nah itulah sedikit tips untuk memulai bisnis ternak burung puyuh.