Memprihatinkan, Ayam Cina Gusur Ayam Kampung

BISNIS AYAM KAMPUNG — Berita mengejutkan dan cukup membuat prihatin peternak ayam kampung Indonesia dengan maraknya peredaran daging ayam Ling Nan asal cina berlabel ayam kampung. Di tengah kurangnya pasokan daging ayam kampung dan mahalnya harga pakan, kehadiran ayam Cina di Supermarket membuat peternak ayam kampung Indonesia kian menjerit. Menurut Ade M Zulkarnain, Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), diperkirakan sekitar 150-200 ribu ekor unggas (ayam) asal Cina masuk ke Indonesia. Unggas tersebut masuk ke supermarket dan pasar tradisional dengan “label” ayam kampung.

Masuknya Ayam Ling Nan asal Cina tersebut patut menjadi tanda tanya besar, pasalnya pemerintah Indonesia telah melarang impor unggas asal Cina yang merupakan wilayah endemi flu burung. Selain berbahaya bagi penyebaran flu burung di Indonesia, kehadiran ayam asal Cina ini jelas merugikan peternak ayam Indonesia. Apalagi ayam asal Cina ini dilabeli dengan ayam kampung. Ini semakin menyulitkan peternak ayam kampung untuk masuk pada pasar retail modern.

Lolosnya unggas asal Cina tersebut memang belum diketahui jelas penyebabnya. Namun pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori, mengatakan lolosnya unggas asal Cina tersebut merupakan kesalahan dari badan karantina. Pemerintah seharusnya bisa lebih berhati-hati, sehingga unggas ilegal ini tidak sampai masuk ke Indonesia. “Pintu karantina harus diperbanyak. Kemampuan personel pun harus ditingkatkan agar kesalahan ini tidak berulang,” katanya.

Sedangkan menurut versi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin pemasukan ayam Ling Nan. Kementerian juga tidak pernah mengizinkan masuknya bibit unggas dari Cina. “Kami akan mengkonfirmasi ke rekan-rekan Himpuli untuk mengetahui di mana ada peternakan ayam kampung Cina itu,” ujarnya melalui pesan singkat.

Sebagai tindak lanjut dari permasalahan merebaknya ayam asal Cina ini Asosiasi peternak unggas telah melaporkan hal ini pada instansi terkait, baik Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan. Tapi kejadian itu masih saja berulang dan belum ada tindakan tegas dari pemerintah. “Masuknya unggas tersebut sudah jelas merupakan kegiatan ilegal. Kami akan terus menelusuri dan mempertanyakan, ayam-ayam ini masuknya dari mana dan melalui siapa,” kata Ade. Semoga ada ketegasan dan tindakan nyata dari Instansi terkait untuk menyelamatkan peternak unggas lokal.(#tempo).

Leave a Reply

You might also likeclose