Ternak Ayam Kampung Penghasil Makanan Slow Food

TERNAK AYAM KAMPUNG — Serbuan makanan Fast Food termasuk salah satunya olahan daging ayam menuai banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Pertanyaan tersebut pada masalah kesehatan dan keamanan makanan tersebut untuk jangka panjang. Bahkan ada yang mengatakan makanan cepat saji adalah makanan junk food, yang tidak aman untuk dikonsumsi. Ternak ayam kampung adalah salah satu jawaban sebagai alternatif menghasilkan makanan non fast food atau disebut dengan Slow Food. Seperti diketahui ayam kampung merupakan jenis ayam asli Indonesia yang belum tersentuh rekayasa genetik , bahan kimia dan hal-hal lain yang merugikan kesehatan. Dengan demikian daging ayam kampung lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi baik dalam jangka waktu pendek atau panjang.

Bahan Pangan slow food pada prinsipnya menggunakan berbagai bahan herbal yang ada di sekeliling kita tanpa campuran bahan kimia. Begitu juga dengan ternak ayam kampung slow food, model pemeliharaannya menggunakan berbagai bahan herbal yang ada di sekitarnya tanpa bahan kimia termasuk obat-obatan.

Bagaimana Memelihara Ayam Kampung Dengan Slow Food

Ada beberapa prinsip dasar yang yang bisa dilakukan untuk bisa mewujudkan peternakan ayam Slow Food:
1. Bebas Hidup

Dengan penggunaan pemeliharaan sistem semi intensif ayam akan merasa bebas hidup kemana ia suka meski masih di dalam kandang. Kami sudah membandingkan pemeliharaan dengan cara semi intensif dengan cara intensif. Sungguh pengeluaran terbanyak ada pada sistem intensif. Berbeda dengan cara ayam kampung di kandang baterai, ayam berdesak-desakan, bahkan tidak bergerak bebas. Apakah nutrisi ayam tercukupi?

2. Bebas Bahan Kimia

Penggunaan bahan kimia dalam peternakan ayam dimungkinkan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari (perlu diteliti lebih lanjut). Karena itu dalam mewujudkan peternakan ayam organik atau slow food diupayakan  sejak pemeliharaan DOC ayam hingga penjualan tidak menggunakan bahan kimia.

3. Biaya produksi

Tidak sedikit resiko harus dihadapi peternak ayam kampung dalam menciptakan produk ayam kampung organik murni. Ayam diharapkan tidak terserang penyakit sampai panen dan jelas ini tidak mungkin terpenuhi 100%. Banyak biaya produksi dikeluarkan untuk pembelian obat, vaksin, vitamin, antibiotik, penanggulangan masalah kandang dll. Sebagai gantinya mari menggunakan cara tradisional yakni memakai jamu menggunakan bahan herbal asli Indonesia

4. Penjualan

Proses produksi dan masa waktu pemeliharaan ayam organik yang memakan waktu lama dan biaya besar membuat atau harga ayam kampung di  atas harganya jauh lebih mahal dibandingkan ayam potong. Karena itu dalam ternak ayam kampung organik ini perlu dipikirkan agar hasil produk-produk ternak ayam kampung  tidak memberatkan konsumen di masa depan.

Sumber:
http://www.disnak.sumbawakab.go.id/html/index.php?id=artikel&kode=26

Leave a Reply

You might also likeclose