Mengenal Vaksinasi Ayam

VAKSINASI AYAM — Serangan penyakit menjadi permasalahan yang  serius dihadapi peternak ayam, bukan hanya kerugian saja yang mungkin dihadapi tetapi musnahnya seluruh aset yang dimiliki. Tidak jarang kematian ternak ayam mencapai 100% jika tidak ditanggulangi dengan tepat. Vaksinasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang sering dilakukan, berdampingan dengan program biosecurity. Namun umumnya vaksinasi ayam jarang dilakukan pada peternak ayam kampung secara tradisional. Akibatnya hampir tiap tahun terjadi wabah kematian ayam besar-besaran. Nah rasanya tidak ada salahnya jika kita mulai melakukan program vaksinasi pada ayam kita.

Pada dasarnya anak ayam yang menetas, memiliki kekebalan tubuh bawaan, namun pada kondisi tertentu misalnya ayam stres, lingkungan yang buruk, cuaca ektrem dan lain sebagainya akan menurunkan kekebalan tubuh si ayam. Karena itu secara periodik ayam perlu diberikan kekebalan tambahan berupa vaksinasi.

Apa Itu Vaksinasi Ayam?

Vaksin merupakan sediaan biologik yang mengandung mikroorganisme yang telah dilemahkan (vaksin aktif) atau dimatikan (vaksin inaktif) yang diformulasikan sedemikian rupa untuk digunakan sebagai infeksi buatan. Peranan vaksin ini ialah merangsang pembentukan antibodi.

Berdasarkan jenis antigennya, vaksin dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu vaksin viral, bakterial dan protozoa. Vaksin viral lebih banyak dikembangkan dibandingkan vaksin bakterial maupun protozoa. Salah satu alasannya ialah serangan penyakit viral tidak bisa diatasi dengan pemberian obat sedangkan outbreak penyakit bakterial dan protozoa relatif bisa dikendalikan dengan pemberian obat atau antibiotik.

Virus yang telah menginfeksi ke dalam tubuh akan masuk ke dalam sel sehingga pemberian obat tidak efektif untuk membunuh virus tersebut. Vaksinasilah yang berfungsi menstimulasi pembentukan titer antibodi yang berperan mem-blok lalu menghancurkan virus sebelum masuk ke dalam sel. Pemberian obat pada saat serangan penyakit viral tetap diperlukan guna mencegah atau mengatasi infeksi sekunder oleh bakteri.

Pengembangan vaksin bakterial dan protozoa biasanya terkait dengan karakteristik serangan penyakit yang sering berulang dan susah untuk ditangani. Contohnya ialah korisa, dimana bakteri korisa (Haemophillus paragallinarum) berpredileksi di sinus infraorbitalis yang minim pembuluh darah sehingga daya kerja obat tidak bisa secara tuntas membunuh bakteri korisa. Akibatnya ayam yang sudah terserang korisa dan sembuh akan bersifat sebagai carrier (pembawa) dan saat stamina tubuh ayam menurun korisa bisa menyerang kembali. Oleh karenanya dibuatlah vaksin korisa, seperti Medivac Coryza B, Medivac Coryza T dan Medivac Coryza T Suspension.

Vaksinasi-Ayam

Vaksinasi Ayam Mencegah Penyakit

 

Cara Vaksinasi Ayam

Agar pembentukan titer antibodi bisa mencapai optimal maka pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan secara tepat, minimal untuk 3 ketentuan yaitu right vaccine, right time and right way (tepat vaksin, tepat waktu dan tepat aplikasi atau cara pemberian).
1. Vaksin Yang Tepat
Vaksin yang akan diberikan untuk ayam haruslah disesuaikan dengan jenis dan keganasan penyakit yang sering menyerang. Hal yang perlu diingat kembali ialah titer antibodi yang terbentuk bersifat spesifik dan sesuai dengan kandungan mikroorganisme dalam vaksin. Jadi Medivac ND La Sota yang diberikan pada ayam hanya akan menstimulasi pembentukan titer antibodi ND. Selain vaksinnya sesuai dengan jenis dan keganasan penyakit, vaksin tersebut haruslah baik kualitasnya.

2.  Waktu Vaksinasin  yang tepat

Program vaksinasi harus disusun berdasarkan kondisi di farm tersebut. Jika farm baru maka alangkah lebih baik jika kita mencari informasi ke farm tetangga. Medion telah menerbitkan Program Pemeliharaan Kesehatan Ayam Pedaging (PPKAD) dan Ayam Petelur (PPKAT) yang berisi panduan program vaksinasi pada ayam pedaging dan petelur yang bisa dijadikan sebagai panduan umum.

Penyusunan program vaksinasi harus mempertimbangkan mengenai umur serangan penyakit, umur ayam dan jenis vaksin yang digunakan. Vaksin aktif memiliki kemampuan menggertak pembentukan antibodi yang lebih cepat dibandingkan vaksin inaktif. Dalam waktu 2-3 minggu titer antibodi hasil vaksinasi dengan vaksin aktif telah mencapai standar protektif, sedangkan vaksin inaktif baru mencapai standar protektif pada 3-4 minggu. Meskipun demikian, titer antibodi yang dihasilkan vaksin inaktif relatif bertahan lebih lama di atas protektif dibandingkan vaksin aktif.

Berdasarkan pola pembentukan titer antibodi tersebut maka waktu pelaksanaan vaksinasi dengan menggunakan vaksin aktif sebaiknya dilakukan selambat-lambatnya 2-3 minggu sebelum penyakit menyerang, sedangkan vaksin inaktif bisa diberikan 3-4 minggu sebelum waktu penyakit menyerang. Dengan demikian diha-rapkan pada saat bibit penyakit menginfeksi di dalam tubuh ayam telah terbentuk antibodi yang bisa mem-blok bibit penyakit tersebut

3.    Cara vaksinasi yang benar
Saat vaksin yang akan digunakan telah dipastikan berkualitas dan waktu pelaksanaan vaksinasi tepat dengan waktu serangan penyakit, maka penentuan terakhir dan terpenting ialah aplikasi vaksin dilakukan secara tepat. Sebelum melaksanakan vaksinasi ada beberapa hal yang penting dilakukan:

  • -Pastikan kondisi ayam yang akan divaksin sehat. Jika terindikasi ayam sakit maka jadwal vaksinasi hendaknya ditunda dan segera menangani gejala yang timbul.
  • Setelah thawing vaksin hendaknya tidak dimasukkan ke dalam marina cooler yang suhunya 2-8oC karena bisa menurunkan potensi vaksin.
  • Vaksin aktif harus segera diberikan setelah proses thawing dan hendaknya habis dikonsumsi selama 2 jam sedangkan vaksin inaktif selama 24 jam.

Sumber:http://info.medion.co.id/index.php/artikel/layer/pengobatan-a-vaksinasi/tata-laksana-harus-tepat

Leave a Reply