Meramu Obat Tradisional Untuk Ayam Pelung

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK AYAM — Obat tradisional atau jamu-jamuan sudah secara turun temurun dikonsumsi oleh manusia. Khasiat obat tradisional inipun sudah dibuktikan oleh banyak orang. Tidak hanya baik bagi manusia, ramuan tradisional ternyata juga baik diaplikasikan untuk hewan dan ternak, seperti halnya ayam pelung. Penggunaan ramuan tradisional untuk ayam pelung ini memiliki beberapa keuntungan antara lain harga murah, mudah didapatkan dan ampuh untuk meningkatkan kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit pada ayam. Apalagi jika ayam yang diternak jumlahnya cukup banyak, akan terasa efisiensinya.

Pada dasarnya obat tradisional merupakan obat yang terbuat dari bahan-bahan alami terutama tumbuhan yang ada di sekeliling kita. Manfaat obat tradisional ini telah dibuktikan oleh beberapa peternak pada saat marak mewabahnya flu burung yang menyerang unggas. Peternakan ayam yang secara rutin memberikan ramuan tradisional ini kepada ayam, mampu terhindat dari virus flu burung. Aplikasinya adalah dengan mencampurkan ramuan tradisional tersebut pada minuman atau makanan.

Obat tradisional ini bisa bermanfaat bagi ternak ayam karena dalam beberapa tanaman obat (baik itu rimpang, daun, batang,akar, bunga dan buah) terdapat senyawa aktif seperti alkoloid, fenolik, tripenoid, minyak atsiri glikosida dan sebagainya yang bersifat sebagai antiviral, anti bakteri serta imunomodulator. Komponen senyawa aktif tersebut berguna untuk menjaga kesegaran tubuh serta memperlancar peredaran darah.Dalam masing-masing tanaman obat memiliki kandungan yang berbeda, sehingga untuk pengobatan ayam perlu dipilih sesuai dengan kebutuhan.

obat-ayam-pelung

Ramuan Tradisional Bermanfaat Untuk Ayam Pelung

Tanaman Untuk Obat Ayam Pelung

Beberapa tanaman yang bisa dipergunakan sebagai obat untuk ayam pelung antara lain adalah sebagai berikut:
Kunyit, lengkuas, jahe,temulawak dan kencur, bermanfaat meningkatkan nafsu makan, ayam pelung menjadi lebih sehat (tidak mudah diserang penyakit,pertumbuhan optimal dan kandang tidak menimbulkan bau (ammonia) yang menyengat.
Mengkudu,sambiloto, lidah buaya, temu ireng, bawang putih, meniran, daun sirih dan lain sebagainya juga telah digunakan sebagai “feed supplement” atau “feed additive” dalam ransum ternak unggas khususnya. Bahan-bahan tersebut akan membantu peningkatan daya tahan tubuh (sebagai imunomodulator), pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan.

Ramuan Tradisional Untuk Ayam Pelung

Dari berbagai bahan alami obat untuk ternak ayam pelung dan unggas lain tersebut, perlu diramu dalam takaran yang sesuai dan diberikan secara rutin. Agar praktis dan lebih efisien biasanya dibuat campuran dalam jumlah banyak, disimpan atau diberikan sedikit demi sedikit. Untuk menghasilkan 10 liter ramuan tradisional ayam pelung, komposisi campuran ramuannya adalah sebagai berikut:
1 Bawang putih (Allium sativum. L), yang digunakan Umbi akar dengan berat 250 gram
2 Kencur (Kaempferia galanga L), yang digunakan Rimpang, 250 gram
3 Jahe (Gingeber officinale Rosc),yang digunakan Rimpang, 125 gram
4 Langkuas (Langkuas galanga Stunz),yang digunakan Rimpang, 125 gram
5 Kunyit (Curcuma domestica Vahl) ,yang digunakan Rimpang, 125 gram
6 Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb),yang digunakan Rimpang, 125 gram
7 Kayu manis (Cinnamomum burmanii B),yang digunakan Kulit batang ,62,5 gram
8 Sirih (Piper betle L) ,yang digunakan Daun, 62,5 gram
9 Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl) ,yang digunakan Daun ,62,5 gram
10 Gula tetes tebu atau gula merah kental Larutan, 250 ml
11 EM4 (efektif mikroba) atau M-Bio Larutan, 250 ml

Cara Membuat Ramuan Tradisional

Cara membuat ramuan tradional untuk ayam pelung adalah semua bahan dikupas, dibersihkan kemudian di haluskan dengan cara ditumbuk, diparut atau di blender. Tambahkan air secukupnya, dengan catatan air yang digunakan adalah air bersih layak konsumsi, bukan air PAM karena air PAM mengandung kaporit yang akan mengganggu pertumbuhan bakteri positif.

Setelah halus, ramuan tadi perlu disaring dan campurkan tetes tebu yang sebelumnya sudah dicamour dengan EM4 atau M-Bio. Aduk camouran tersebut hingga rata dan tambahkan air bersih layak minum hingga mencapai volume 10 liter. Setelah itu dimasukkan ke dalam wadah tertutup ( Jerigen,drum dan lain sebagainya). Proses ini disebut proses fermentasi yang memerlukan waktu kurang lebih 6 hari. Pada proses fermentasi ini setiap hari tutup jerigen perlu dibuka dan diaduk selama lima menit, setelah itu ditutup kembali. Setelah melewati masa fermentasi ramuan tradisional siap diberikan kepada ayam kesayangan.

One Response to Meramu Obat Tradisional Untuk Ayam Pelung

Leave a Reply

You might also likeclose