Mengatasi Saling Patuk Ayam Kampung

MEMELIHARA AYAM KAMPUNG — Persoalan yang kerap dijumpai peternakan ayam kampung dan juga ayam pelung adalah saling patuk antar ayam. Bagi ayam yang kalah, aksi kanibalisme pada ayam kampung ini terkadang bisa sampai mengakibatkan ayam stres, sakit bahkan sampai pada kematian ayam. Jika sudah demikian peternak harus menyediakan kandang lagi untuk memisahkan ayam-ayam yang kalah bersaing. Namun jika akan masalah belum diselesaikan, aksi saling patuk antar ayam akan terus berlangsung.

Kanibalisme atau saling patuk pada ayam memang menjadi naluri dari ayam kampung, berbeda dengan ayam broiler atau ayam petelur. Meski demikian aksi saling patuk tersebut bisa diminimalkan agar tidak merusak.

Penyebab Saling Patuk Pada Ayam

Untuk mengatasi saling patuk pada ayam, perlu diketahui berbagai penyebab yang menjadikan ayam saling patuk. Beberapa sebab ayam saling patuk antara lain:
1. Ukuran dan Usia Ayam Yang tidak Seimbang
Usia ayam dan ukuran yang tidak seimbang menyebabkan ada beberapa atau salah satu ayam menjadi dominan. Ayam yang dominan dan kuat cenderung suka mematuk ayam lain yang kecil dan lemah. Hindari menempatkan ayam berbeda ukuran dan usia dalam satu kandang, jikapun berbeda tidak terlalu jauh.

kanibalisme-ayam

Kandang Yang Terlalu Padat Menyebabkan Ayam Saling Patuk

Kadang pertumbuhan ayam tidak seragam, secara periodik perlu diseleksi dan dipisahkan ayam bongsor dengan ayam yang kurang cepat pertumbuhannya. Selain menghindari kanobalisme juga memberi kesempatan pada ayam yang lambat pertumbuhan mendapat makanan yang cukup.

2. Kandang Ayam Terlalu Padat
Kandang ayam yang terlalu padat akan menyebabkan situasi yang tidak nyaman bagi ayam. Salah satunya adalah suhu kandang yang meningkat, ayam-ayam cenderung berebut mencari tempat yang nyaman sehingga bisa saling mematuk. Hindarkan kandang yang terlalu padat, dan ukur populasi ayam sesuai dengan ukuran kandang.

3. Kekurangan Makanan dan Mineral
Kekurangan makanan jelas akan membuat ayam mematuk apa saja yang bisa mempertahankan diri dari kelaparan. Terutama pada pemeliharaan ayam dalam kandang terbatas kebutuhan mineral biasanya kurang tercukupi. Akbibatnya ayam akan mematuk bulu-bulu kawannya atau bagian tubuh lainnya. Untuk mengatasinya bisa diberikan tambahan mineral yang dicampurkan pada makanan atau minuman. Bisa juga diberikan makanan hijauan dari sayuran dan daun-daunan segar.

4. Tempat Makan Dan Minum yang terlalu Sempit
Jika tempat makan dan minum terlalu sempit atau terlalu terpusat pada satu titik, ayam-ayam cenderung akan berebut saat makan dan minum. Hal ini akan memicu kanibalisme pada ayam. Untuk mencegah saling patuk pada ayam , diusahakan tempat makan dan minum menyebar ke berbagai lokasi, sehingga saat makan /minum bersamaan semua ayam bisa mendapatkan tempat.

5. Kelembaban dan Suhu Kandang Yang terlalu Tinggi
Suhu kandang dan kelembaban yang tinggi memicu ayam stres yang akan membuat mereka saling patuk satu dengan yang lainnya. Hindarkan kandang yang lembab dan panas agar tidak saling mematuk. Berikan ventilasi pada kandang yang cukup, sehingga udara bisa berganti dan tidak lembab.

Mungkin masih ada penyebab lain yang membuat ayam saling mematuk, namun beberapa sebab di atas menjadi penyebab umum yang bisa diantisipasi sebelumnya. Semoga sukses.

2 Responses to Mengatasi Saling Patuk Ayam Kampung

  1. dafifa says:

    gan knpa ayam ane klw nelur g pernah bnyak.kadang2 4hr br nelur lagi kdng pernah nelur cuma 3btr sdh g mw nelur lg sampe sekarang dan pernah pas mw ngerem 1mg skt.bgmana mengatasi masalah gan makasih

    admin Reply:

    Ada beberapa kemungkinan ayam kurang produktif:
    – Usia ayam yang terlalu muda atau terlalu tua cenderung produktifitasnya rendah.
    – Gizi makanan kurang tercukupi
    – Ayam kurang sehat
    – Jenis ayamnya memiliki produktivitas rendah.
    Periksa satu persatu kemungkinan yang ada pada ayam anda, jika masih terlalu muda tunggu sampai usia produktif, jika terlalu tua segera afkir ganti ayam baru,berikan makanan untuk ayam petelur misal konsentrat petelur, jagung, kecambah dll.

Leave a Reply

You might also likeclose